Memaknai Jiwa Kepahlawanan

Bung_Tomo“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya”

—Bung Karno – Pidato Hari Pahlawan 10 Nop. 1961—

        Setiap menjelang 10 Nopember , Hari Pahlawan, kita akan selalu diingatkan dengan sebuah momentum peringatan kepahlawanan. Pahlawan sering didefinisikan sebagai orang yang berjuang dengan keringat, darah bahkan nyawa tanpa pamrih demi kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara.

      Dalam berbagai kesempatan kita sering dihimbau untuk  menjadikan Hari Pahlawan sebagai sarana untuk mengingatkan kepada seluruh bangsa (terutama angkatan muda) bahwa sudah banyak pejuang-pejuang telah gugur, atau mengorbankan harta-benda dan tenaga mereka, untuk mendirikan negara Republik Indonesia. Mereka rela berkorban, berusaha menghapuskan penjajahan dan supaya kehidupan rakyat banyak bisa menjadi lebih baik dari pada yang sudah-sudah. Mereka telah berjuang  jauh sebelum selama revolusi kemerdekaan 1945, untuk menjadikan negara ini milik bersama, guna menciptakan masyarakat adil dan makmur. Di dalam Pembukaan UUD 1945 pun telah dinyatakan secara jelas, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, menjadi jembatan emas meraih kesejahteraan seluruh rakyatnya.

   Kalau tidak menengok, mempelajari, memaknai sejarah suatu bangsa sepertinya kita hidup pada zaman yang  terpisah dengan para pendahulu kita. Boleh jadi apa yang kita lakukan saat ini sudah yang terbaik kita lakukan, namun tetap saja belum berarti apa-apa jika kita sandingkan jasa-jasa para pejuang kemerdekaan, baik mereka yang dikenal ataupun tidak. Di sinilah pentingnya mempelajari sejarah bangsa, agar kita dapat menteladani jiwa-jiwa pengorbanan mereka demi kebaikan kelak para penerusnya, kita semua yang hidup di zaman sekarang.

        Mereka, para pahlawan telah berjasa bagi kita semua, mempersembahkan yang terbaik buat bangsa dan Negara. Pertanyaan selanjutnya marilah kita arahkan kepada kita. Apa yang dapat kita berikan bagi sesama, bangsa dan negara ?

Kesadaran bersama

       Adalah sulit untuk mewujudkan suatu cita-cita besar  tanpa adanya kesadaran bersama. Benar ada orang yang ahli, pintar, kuat,  tapi tanpa kerjasama yang dilandasi kesadaran bersama memperjuangkan nasib bagi kebaikan semua, akan sulit terwujud. Sudah menjadi sunatullah, untuk sukses seseorang membutuhkan dukungan orang lain, baik diminta ataupun tidak, disadari ataupun tidak. Tuhan memang telah mempersiapkan kesuksesan seseorang , tugas orang tersebut adalah menyadari, tanpa pertolongan dari Allah, melalui bantuan orang lain, mustahil akan terwujud. Sehingga ia akan memandang penting membangun kesadaran bersama untuk meraih sukses bersama. Para pahlawan, mereka orang yang menyadari kebersamaan adalah keniscayaan dalam kata dan perbuatan merebut dan meraih kembali kemerdekaan. Kepada mereka selayaknya kita belajar.

Visi yang jauh

    Gambaran kehidupan yang lebih baik, yang  tidak hanya berhenti bagi kebaikan zamannya adalah modalitas bagi kesabaran dan penyemangat para pahlawan dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan. Kalau hanya bertumpu pada kecukupan saat itu, walau belum tercukupi benar hajat hidup bangsa, toh sebelum zaman penjajahan negeri kita terkenal kaya sumber daya alamnya yang melimpah.  Jika dikelola dengan baik dan benar,  tidak sampai salah urus, insya Allah kemakmuran dan kesejahteraan akan mudah terwujud. Sekali lagi, mereka para pahlawan dengan bentuk kesediaannya berjuang mempertahankan kemerdekaan adalah tindakan nyata tentang wujud dari impian hidup yang lebih baik bagi mereka dan kita sebagai anak cucu mereka yang jauh ke depan.

Ikhlas sumber kekuatan

         Di dalam jiwa-jiwa yang ikhlas, yang berharap akan keridhoan Tuhannyalah yang akan menjadi sumber kekuatan dan motivasi yang takkan pernah kering. Ikhlas adalah bahan bakar yang akan terus menggelorakan semangat berjuang dan memperbaiki diri. Jika ada yang bermaksud memuji atau memberi  jasa penghargaan, biarlah itu jadi hiasan dunia dan dengan segera mengembalikan pujian tersebut kepada Tuhannya. Namun hakekatnya yang dibutuhkannya adalah keridhoan, penerimaan pengabdiannya yang tulus sebagai hamba kepada Penciptanya. Mungkin hanya sedikit  jumlah pahlawan yang mendapat penghargaan dan tanda jasa dan mereka tetap menunjukkan ketulus-ikhlasannya berjuang demi kejayaan bangsa, namun jauh lebih banyak pahlawan yang belum berkesempatan mendapatkannya. Namun bagi mereka yang tulus semua hal itu tak jadi mengapa, karena mereka meyakini, telah menorehkan keridhoan Tuhannya bagi kemuliaan hidupnya esok di hadapan Tuhan maupun kemuliaan hidup bagi anak cucunya. Kepada keikhlasan para pahlawan hendaklah kita dapat mengambil keteladanan. Terima kasih bagimu para pahlawan, mudah-mudahan kami, para penerusmu dapat mengambil hikmah dan termotivasi memberikan yang terbaik bagi sesama, bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s