Kunci Kebahagiaan

Yang kita dan umumnya manusia cari dalam (tujuan) hidup adalah “KEBAHAGIAAN”
Sejalan dengan fitrahnya cenderung menghindari kesedihan atau kesusahaan
Yang Tuhan kehendaki dari penciptaan manusia adalah “IBADAH”, segala sesuatu yang diniatkan lillahi ta’la dan tidak melanggar syariat. Jika ikhlas dan memahami hakikatnya, ibadah mempunyai efek psikis yang menjadi tujuan hidup dalam kacamata filsafat, yaitu kebahagiaan. Kita akan merasakan kebahagiaan setiap kali kita selesai menunaikan ibadah. Sebaliknya, meninggalkannya maka kita akan merasa sedih.
Saudara dan sahabat, mari bersama bahagiakan diri dengan ibadah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariaat [51] : 56).

“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yagg kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah & Rasul-Nya & dari berjihad di jalan-Nya,  maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (At-Taubah: 24)

Ya Allah ampuni kami, selalu tuntun kami di jalan-Mu, limpahkan kasih sayang-Mu, & jangan wafatkan kami kecuali dalam ridho-Mu, Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s