Sehat Untuk Ibadah

Seiring perubahan zaman dan kemajuan tekhnologi yang membawa kemudahan dalam hidup, terdapat pula dampak dampak negatif yang menyertainya. Terhadap lingkungan misalnya, udara yang tercemar oleh debu, asap kendaraan bermotor, asap pabrik maupun unsur – unsur polutan lainnya. Air yang tercemar limbah pabrik dan rumah tangga. Tanah yang terkontaminasi oleh sampah plastik, zat-zat kimia buangan pabrik maupun rumah tangga.

Semua kejadian di atas tidak hanya terjadi di kota kota besar saja, bahkan sekarang telah merambah ke desa desa. Termasuk menjangkau wilayah hutan beserta sumber kekayaan hayatinya.

Selain perubahan di atas, terjadi pula perubahan pola dan gaya hidup masyarakat kita, bahkan kita sulit lepas dari bagiannya. Tuntutan pekerjaan baik di rumah maupun di kantor, upaya pemenuhan hidup sehari hari menuntut sikap dan kemampuan kerja yang lebih tinggi pada hampir semua lapangan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan waktu yang tersisa untuk kegiatan lain menjadi semakin terbatas, seperti istirahat dan makan. Makanan siap saji dengan berbagai bentuknya mulai dari mie instan, bakso, pizza, burger sampai fried chicken menjadi budaya dan tren baru di abad modern ini. Dengan cirinya yang lebih mengutamakan rasa ketimbang kualitas serta sarat dengan kalori tinggi dan segala bumbu artifisial sintetis agar lebih terasa. Jenis makanan modern semacam ini banyak mengandung oksidan yang justru harus di hindarkan. Selain pula banyak zat gizi yang sebenarnya dibutuhkan terbuang, karena proses persiapan / pemasakannya yang terlalu panjang.

Pola makan modem ini diikuti dengan ketiadaan waktu untuk berolah raga menjadikan manusia dewasa ini semakin rapuh daya tahannya terhadap penyakit. Berbagai jenis penyakit orang modern seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, kencing manis, kanker susul menyusul menduduki peringkat tinggi dalam daftar pembunuh manusia abad ini.

Satu hal lagi, yang pasti terjadi pada kita setiap manusia : proses penuaan, secara alamiah pada fisik akan terjadi penurunan kemampuan fungsi dan biasanya timbul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, dimensia (pikun), rheumatik, kencing manis dan lain-lain Berdoa panjang umur, sudah cukupkah ? Jawaban cerdas tentunya adalah belum. Maukah berumur sampai tua dengan banyak penyakit ? Tentu akan “merepotkan” diri sendiri / orang lain.  Sedangkan masa muda sakit saja berkurang produktifitasnya, keuangannya dan yang utama kesempurnaan ibadahnya.

Saatnya harus memilih : akankah mengikuti pola hidup seadanya atau pola hidup sehat ? yang akan mengantarkan kepada kebahagian dan kesejahteraan hidup.

Solusi : Mari melangkah bersama dengan menerapkan Pola Hidup Sehat Bahagia Sejahtera. Untuk itu diperlukan : Ilmu, Sikap, Perubahan Perilaku secara terus menerus dan bertahap dengan cara senanti asa belajar, membaca, menghadiri seminar / training dan bertindak terhadap solusi masalah-masalah di atas.

I S L A M

Sungguh, agama yang sempurna mengatur kehidupan secara indah, serasi dan seimbang, penuh hikmah keadilan.

1. Promotif (Peningkatan) “Hai sekalian manusia makanlah yang halal dan bergizi dari yang terdapat di bumi ” ( Al Baqarah : 168 )

2. Preventif (Pencegahan) “Makan dan minumlah kamu, jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah itu tidak menyukai mereka yang berlebihan .” (QS Al A’raf: 31).

Maka apabila kamu mendengar penyakit (menular) berjangkit di suatu tempat, janganlah kamu memasuki daerah itu. Dan apabila di suatu tempat sedang berjangkit penyakit (menular) sedang kamu berada didalamnya, janganlah kamu keluar dari daerah itu (HR. Bukhori & Muslim) .

3. Kuratif (Pengobatan) “…(Yaitu Allah) yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku dan Dia yang memberi makan dan minum kepadaku dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku dan yang akan mematikan, kemudian akan menghidupkan aku kembali. “(QS.Asy-Syu’ara:78-81).

Mereka bertanya : Ya Rasulullah, apa kita boIeh berobat ? Rasulullah menjawab : Boleh, wahai hamba-hamba Allah berobatlah, Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali dengan menurunkan obatnya pula, kecuali satu penyakit yaitu pikun. (HR, Bukhori & Muslim).

4. Rehabilitatif ( Pemulihan )

H I K M A H

Kesehatan, merupakan amanat yang wajib disyukuri dengan cara dijaga, dipelihara, dirawat dan harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang diridhoi Allah SWT. Kesehatan harus dipergunakan semaksimal mungkin untuk mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan hidup. Mensyukuri nikmat kesehatan, berarti menjadikan kesehatan itu sebagai modal utama dalam melaksanakan dan meningkatkan amal shaleh dan ketaatan kita kepada Allah SWT.

Dapatkan aneka KIAT HIDUP SEHAT , klik di SINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s