Syukur dan Sabar Ciri-ciri Mukmin

Ada sebuah cerita yang menarik tentang syukurnya hamba Allah, sehingga menjadikan imannya sempurna.  Alkisah, pada zaman khalifah Harun ar-Rasyid,  ada seorang menteri bernama al- Asma’i. Sang menteri, suatu ketika berburu di tengah padang pasir. Di sana ia berjumpa dengan seorang perempuan cantik yang sedang duduk sendirian di dalam tenda.   Al-asma’I yang sedang kehausan mampir ke tenda itu untuk meminta minum.

Tidak lama berselang, tampak dari kejauhan  ada seseorang yang datang. Wanita itu kemudian berkata, “ Suamiku telah tiba”. Ia segera bangkit dan keluar dari tenda sambil membawa air. Ternyata suami wanita itu adalah seorang yang tua renta,  berkulit gelap,  dan berwajah buruk.

Wanita itu menyambut kedatangan suaminya dengan penuh hormat. Ia membantu suaminya  turun dari untanya, membasuh tangan dan kakinya, kemudian menuntunnya masuk ke dalam tenda. Akan tetapi bukan kasih  sayang yang didapatkan si  istri. Justru ia mendapatkan perlakuan yang kasar. Bahkan lelaki itu tidak menghormati tamunya. Sehingga, al-Asma’i  merasa benci  terhadapnya. Sang menteri segera berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari tenda.

Wanita itu mengantarkan al-Asma’i keluar. Pada saat itu al-Asma’i berkata kepadanya, ”Aku menyesalkan keadaanmu . Kamu dengan segala  kelebihanmu, muda, cantik, berakhlak mulia, bersedia hidup bersama suami yang berakhlak buruk , tua , hitam, dan miskin.  Apa   yang kamu harapkan darinya?”  Wajah wanita itu berubah merah, lalu berkata, “Aku tidak menyangka seorang menteri Harun Ar-Rasyid berusaha menghapuskan cintaku kepada suamiku  dengan   menjelek-jelekkannya.  Ketahuilah, aku melakukan ini semua karena mendengar hadis Muhammad Saw, ‘Iman itu setengahnya adalah kesabaran, dan setengahnya lagi adalah syukur’ . Aku   bersyukur kepada Allah karena  telah mengkaruniakan kepadaku    kemudaan,  kecantikan, dan akhlak yang baik.  Dan aku ingin menyempurnakan setengah imanku lagi  dengan kesabaran dalam berkhidmat kepada suamiku. “

Pelajaran berharga yang dapat  dipetik dari kisah itu adalah bahwa wanita tersebut ingin menyempurnakan imannya dengan   bersabar, setelah ia bersyukur.  Ia menyadari, bersyukur saja tanpa di sertai bersabar menyebabkan ketidaksempurnanan. Orang yang  pandai bersyukur akan selalu bertambah nikmatnya iman. Meninggalkan salah satu dari keduanya sama dengan menghilangkan setengah keimanan. Bersyukur setelah mendapatkan nikmat dari Allah watak khas seorang mukmin, karena dia menyadari betul  tanpa karunia  Nya, dirinya tidak berarti apa-apa. Demikian  pula jika ia mendapatkan rizki yang berlimpah. Ia akan sadar bahwa rezeki itu jelas buka semata dari hasil usahanya sendiri, melainkan karena Allah-lah yang melapangkan rizkinya melalui usahanya itu.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam  bersabda : ”Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, seluruh urusannya penuh dengan kebaikan. Dan itu hanya dimiliki oleh diri orang mukmin saja. Apabila ia memperoleh kenikmatan akan bersyukur, maka kesenangan itu akan menjadi kebaikan buat dirinya. Apabila ia tertimpa musibah, ia akan bersabar, dan musibah itu pu akan menjadi kebaikan buat dirinya”. (HR. Muslim)

“Bersyukur itu menenangkan, bersabar itu indah”

2 responses to “Syukur dan Sabar Ciri-ciri Mukmin

  1. Barakatulah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s